Sepeda motor saat ini sudah menjadi sarana transportasi utama yang digunakan oleh warga DKI Jakarta dan wilayah penyangganya seperti Bekasi, Depok maupun Tanggerang, dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Jumlah kendaraan yang teregister di DKI mencapai lebih dari 8 juta kendaraan, lebih dari 5 juta diantaranya adalah sepeda motor. Diperkirakan lebih dari 2,5 juta trip perjalanan dilakukan setiap hari di Jakarta ini. Jadi bisa dibayangkan betapa padatnya kendaraan di jalan raya.

Kembali ke Surat Pembaca yang terbit pagi ini, sebenarnya surat ataupun suara pembaca dengan nada dan keluhan yang sama acap kali juga sudah terjadi diberbagai surat kabar lainya, tinggal kembali kepada bikers menanggapinya, bisa dengan berdalih atau bisa juga memperbaiki diri.

Berdalih bahwa kondisi macet yang memaksa bikers mengesampingkan tata tertib, disiplin dan patuh berlalulintas serta menyepelekan faktor keamanan dan keselamatan berkendaraan itu sah-sah saja, tapi tidak bisa menyelesaikan masalah yang tengah terjadi.

Melawan arus

Sebenarnya masalah ini menjadi sangat kompleks karena tidak hanya menyangkut perilaku bikers di jalan, tetapi juga perilaku semua pengguna jalan raya di Jakarta ini seperti supir angkutan kota, bus kota, taksi dan tidak terkecuali juga pengemudi kendaraan pribadi serta pejalan kaki, ditambah lagi dengan penggunaan badan jalan untuk kepentinagan lain seperti penjual kaki lima, terminal bayangan (ngetem) dll. Kita semua tahu bahwa perilaku-perilaku buruk dari pengguna jalan raya tersebut yang turut memperparah kondisi jalan di Jakarta, sehingga memaksa sebagian pengguna jalan untuk memakai jalan pintas dengan menyerobot hak orang lain alias menngambil jalur berlawanan arah dengan tidak mempertimbangakan faktor keselamatan berkendara.

Kalau diperhatikan umumnya ketidakdisiplinan para bikers itu terjadi pada saat pagi hari, saat terjadi kemacetan yang parah sehingga memaksa para bikers mengambil jalur berlawanan (lajur kanan – berlawanan arah), tetapi bila tidak terjadi kemacetan yang parah para bikers ini tetap pada jalurnya. Ini menunjukan bahwa selain faktor kedisiplinan bikers, juga ada faktor lain yang mempengaruhi perilaku menyimpang tersebut diantaranya kondisi jalan seperti kemacetan, saling serobot dan lain-lain.

Disisi lain ketegasan para petugas untuk menindak tegas pelanggar hanya terjadi secara sporadis saja, menyebabkan para pelangar tersebut hanya patuh pada saat ada petugas saja, sedangkan jumlah petugas sangatlah terbatas.

Tertib Lalu Lintas - Aman dan NyamanTertib Lalu Lintas – Aman dan Nyaman

Rasanya perlu kesadaran dari semua pihak untuk membenahi kondisi sepert ini, karena semakin lama budaya seperti ini tertanam semakin sulit untuk bangkit kembali dari keterpurukan etika. Pembenahan yang bisa dilakukan antara lain dengan meningkatkan kedisiplinan diri untuk tertib berlalu lintas, manambah kesabaran dan saling menghormati sesama pengguna jalan raya. Semua itu tidak mungkin terlaksana kalau tidak dimulai dari diri sendiri yang dengan sadar dan suka rela menjalankannya.

Oleh karena itu mari tingkatkan disiplin berlalu-lintas, untuk menuju tatanan kehidupan yang lebih baik dan mapan, mulailah dari diri sendiri dan mulailah dari sekarang.
.

sumber : http://proud2ride.wordpress.com/2009/01/08/mari-tingkatkan-disiplin-berlalu-lintas/