https://i2.wp.com/photos.friendster.com/photos/04/09/49399040/1_308666603l.jpg

https://i2.wp.com/farm2.static.flickr.com/1130/1056712987_b2bc8bb328_o.jpg

Untuk kedua kalinya, AVENGED SEVENFOLD (atau biasa dikenal singkatan “A7X”-red) kembali menghibur para fansnya di Jakarta pada 22 Oktober 2008 kemarin. Konser A7X yang diselenggarakan JAVA Musikindo ini merupakan event ke-10 kalinya di tahun 2008 dan (masih) digelar di tempat langganan, yakni di Tennis Indoor Senayan. Yahh, kalian bisa pikirkan sendiri deh gimana seruaknya konser saat itu. Tak heran mulai sore hari para pengunjung terus bergilir hadir menuju TKP (Tempat Kejadian Peristiwa) dengan memakai seragam kaos band kesayangannya.

Tepat jam 8 malam pertunjukan dimulai oleh band rock tanah air JIBRIEL Sayangnya ini kurang disambut hangat oleh para penonton. Selang 15 menit kepergian JIBRIEL, band yang didamba-dambakan akhirnya muncul! Dengan formasi M. Shadows (vokal), Synyster Gates (lead gitar), Zacky Vengeance (ritem gitar), Johnny Christ (bass), & The Rev (dram) langsung menggebrak panggung lewat “Critical Acclaim”. Sorak-sorak penonton pun meledak-ledak. Namun kelima personil A7X tetap tampil santai & lihai dengan gaya yang ordinary sekali. Cukup mengenakan kaos oblong dan celana jeans panjang. Setidaknya semua pasukan A7X yang mempunyai heavy tattoos sudah cukup mengindikasikan kalau mereka juga rockers hahaha…meskipun personil A7X tergolong musisi rock generasi baru, namun performance mereka ngga usah diragukan lagi kehebatannya. Kualitas sound panggungnya mirip dengan versi audio…dahsyat. Dan tak kalah hebat, 2 gitarisnya berhasil memukau khalayak. Bahkan selesai “Unholy Confessions” di urutan lagu ke-6, gitaris handal Synyster mendapat tugas bersolo karir – sedangkan 4 personil lainnya balik ke belakang panggung. Setelah 5 menit-an Synyster memamerkan jurus-jurus mautnya, konser kembali dilanjutkan lewat “Bat Country”. penonton yang kebanyakan usia belasan tahun lebih getol mendokumentasikan foto konser A7X dengan handphone-nya daripada berdansa moshing mengiringi alunan lagu-lagu A7X. Padahal vokalis Matt yang bersuara serak-serak basah itu sempat mengisyaratkan crowds untuk melakukan circle pit. Tadinya saya juga niat circle pit pada lagu-lagu: “Beast and the Harlot”, “Unholy Confessions”, “Bat Country”, tapi batal deh. Memang sih nggak semua lagu A7X dibawa main gila. Lagu seperti “Seize the Day”. Terlebih lagi “A Little Piece of Heaven” yang disenandungkan sebagai penutup pentas. Salah satu single dari album terakhirnya ini memang beratmosfir lain daripada yang lain (sekaligus lagu A7X terpanjang yang berdurasi 8 menit-an).

Sayangnya, aksi panggung M. Shadows cs malam itu terasa singkat, cuma mainin 10 lagu. Atau (tepatnya lagi) bisa dikatakan, A7X hanya melantunkan kumpulan hits dari 2 album terakhirnya; Avenged Sevenfold (2007) dan City of Evil (2005),  “Critical Acclaim”, “Afterlife”, “Beast and the Harlot”, “Scream”, “Seize the Day”, “Unholy Confessions”, “Bat Country”, “Gunslinger”, “Almost Easy”, “A Little Piece of Heaven”.] Secara, konser A7X di Indonesia tahun ini bukanlah yang pertama kali. Harusnya, mereka bisa memberikan porsi lebih.